Jakarta (14/12)- Pembiayaan hunian kini tengah menjadi primadona perbankan dalam menyalurkan pembiayaan ritel. Diprediksikan hingga tahun 2012 permintaan akan kredit kepemilikan hunian masih sangat tinggi. Hal ini tentunya tidak disia-siakan oleh perbankan tak terkecuali perbankan syariah dan Bank Muamalat Indonesia (BMI) salah satunya.
BMI bekerjasama dengan Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk memperluas pembiayaan Hunian Syariah (PHS). Kerja sama untuk pembiayaan antara kedua institusi ini akan dijalankan dalam waktu tiga tahun dengan plafon Rp100 miliar.
Penandatanganan naskah kerjasama perbankan ini ditandatangani oleh Direktur Korporasi BMI Luluk Mahfudah dan Dirut SMF Raharjo Adisusanto yang juga disaksikan oleh Direktur ritel Bank Muamalat Andrian Gunadi di kantor pusat Bank Muamalat Jakarta, Rabu (14/12).
"Pembiayaan ini khusus diperuntukkan bagi kalangan individu dengan jangka waktu pengembalian hingga 15 tahun dengan maksimal plafon pembiayaan minimal Rp50 juta sampai maksimal Rp250 juta. Namun bagi renovasi rumah plafonnya di bawah Rp25 juta dengan jangka waktu lima tahun," Luluk Mahfudah saat menandatangani draft kerjasama.
Kerja sama ini, jelas Luluk, berakad Mudharabah Muqayyaddah antara kedua institusi. Di mana dana investor yaitu SMF dikelola BMI. Dalam akad ini, investor berhak menentukan sektor mana saja yang akan ditempatkan untuk mendapatkan keuntungan bersama.
"Produk pembiayaan hunian syariah ini memberikan dua alternatif transaksi bagi nasabah yaitu secara kongsi (musyarakah mutanaqisah)yang diterapkan bagi pemilikan properti baru, second maupun take over. Sistem jual beli (murabahah) memberikan spektrum yang lebih luas berupa indent, renovasi serta pembelian renovasi," lanjutnya.
Per triwulan III 2011 pembiayaan hunian syariah telah berkontribusi sebesar 28 % atau senilai Rp 3,6 triliun dari total angka pembiayaan ritel Bank Muamalat sebesar Rp 11, 94 triliun, adapun total pembiayaan pionir perbankan syariah di Indonesia ini tercatat Rp 20,97 triliun.(Ul)


